Home | Profile | News | Articles | Nyantrik | Agenda | Testimonial | Gallery | MP3 | Naskah | Guestbook | Contact | Sanggar Bima
Ki Manteb Pecahkan Rekor Mendalang 24 Jam Tanpa Henti PDF Print E-mail
Tuesday, 11 May 2010 00:00
There are no translations available.

SELAMA sehari dua malam, Sabtu-Minggu (4-5/9), halaman RRI Semarang seperti menjelma menjadi medan Kurusetra. Penuh kelebatan bayangan wayang-wayang yang sedang berperang, memperebutkan tahta Astinapura. Penyebabnya? Dalang ''setan'' Ki Manteb Sudarsono memeragakan kepiawaian olah sabet dan antawacana lewat lakon ''Baratayudha Jaya Binangun''. Pagelaran bertajuk Wayang Kulit Spektakuler tersebut, digelar dalam rangkaian peringatan Hari Radio Ke-59.

Bayangkan, tidak cuma sedalu natas (semalam suntuk), tetapi sehari dua malam! Karena itu, begitu dalang asal Karangpandan Kabupaten Karanganyar itu memungkasi pertunjukannya pada pukul 21.43 WIB, kemarin, Muri memberikan penghargaan sebagai pemegang rekor ke-1.249. Yaitu, pertunjukan wayang terlama dan berlangsung nonsetop 24 jam.


Pada saat yang sama, RRI Semarang juga memperoleh rekor sebagai stasiun radio pertama di Indonesia yang menyiarkan wayang kulit selama 24 jam 28 menit. Rencananya, Muri juga akan memberikan penghargaan serupa kepada Sanggar Bima, sebagai pengiring pertunjukan wayang terlama.

''Mestinya rekor Pak Manteb ini merupakan rekor dunia juga. Karena itu, Muri akan mendorong Guinness Book of World Record mencatat pertunjukan ini,'' ujar Manajer Muri Paulus Pangka, semalam.

''Hebatnya, Pak Manteb mendalang selama 24 jam 28 menit, tanpa jeda semenit pun. Padahal, Muri memberikan kesempatan untuk istirahat selama 1 jam 5 menit,'' ujarnya.

Sepanjang pertunjukan, Ki Manteb memang tidak mengambil jeda istirahat. Dia bahkan tidak beranjak dari tempat duduknya sama sekali. Shalat dan ganti baju dilakukan di depan kelir. Dia juga tidak makan dan buang air.

''Bapak memang ndak bergeser dari tempat duduk. Juga ndak makan. Paling-paling, makan telur rebus sama kue, serta minum teh dan kopi. Yang tidak berhenti adalah kepul asap rokok kretek kegemaran Bapak,'' ujar Hj Sri Suwarni, istri Ki Manteb.

Sabet dan Antawacana Prima

Setelah mendalang 24 jam lebih, tidak tampak kelelahan pada Ki Manteb. Yang ada adalah gurat kepuasan di wajahnya, karena telah memberikan sajian yang terbaik buat para pencinta wayang, yang ada di Semarang dan sekitarnya.

Hasil pemeriksaan tim kesehatan dari PMI Cabang Kota Semarang, kesehatan Ki Mantep cukup prima.

''Benar-benar luar biasa. Tensinya bagus, nadinya normal. Konsentrasinya masih terjaga dengan baik. Kesemutan saja tidak. Ibaratnya, kalau main 36 jam lagi saja masih kuat,'' ujar dr Iwan Setiawan yang memimpin pemeriksaan kesehatan Ki Manteb.

Benar juga, hingga pertunjukan paripurna semalam, sabet dan antawacana Ki Manteb Sudarsono nyaris tak berubah dari saat memulai, Sabtu (4/9). Sabetannya masih gesit, setara dengan gelar dalang setan yang melekat pada dirinya. Sementara suaranya masih nyaring dengan artikulasi yang terjaga.

''Saking radio, wit wau ndalu kepireng gemlonggong, Mas. Terus kula mriki. Dugi ngriki, nggih taksih sami. Ngantos sak menika. (Dari siaran radio terdengar amat jelas. Terus saya ke sini. Sesampai di sini, masih jelas juga. Sampai sekarang),'' ujar Darno yang datang dari Mranggen, Demak.

Pada awalnya dia sempat khawatir, Ki Manteb akan memainkan dengan menghemat tenaga. Ternyata, saat Darno datang Minggu siang sampai malam harinya, pertunjukan dilakukan dengan sepenuh tenaga. Mulai lakon ''Kresna Gugah'' hingga ''Duryudana Gugur'' bisa dipresentasikan oleh Ki Manteb nyaris sempurna. Hingga penonton yang memadati halaman RRI Semarang merasa terpuaskan oleh pertunjukan semalam. Dari pemantauan Suara Merdeka, beberapa di antara mereka belum berpindah dari tempat duduknya, sejak pementasan wayang kulit dimulai hingga paripurna.(Achiar M Permana-69t)

 

 

Co-Management

PANGLIMA arts management

c.p HONGGGO UTOMO

Hunting: +62 821 4131 9468
+62 85 7080 70 777
Office :  +62 351 438720

E-mail :
honggo.othernight@gmail.com
pang5arts@yahoo.co.id

 

Banner

Agenda

There are no events at this time

Testimonial

nina wahyu
Date: May 14, 2010


SELAMAT, SEMOGA SUKSES SELALU..
Banner
Banner