Home | Profile | News | Articles | Nyantrik | Agenda | Testimonial | Gallery | MP3 | Naskah | Guestbook | Contact | Sanggar Bima
Ki Manteb Sudharsono Hibur Masyarakat Jawa PDF Print E-mail
Thursday, 13 May 2010 16:30
There are no translations available.

Ki Manteb Sudharsono sendiri akan ditemani sinden dari Jepang yaitu Hiromi dan dua sinden nasional Yuyun Sumirah dan Aminah.

Tak hanya itu, juga akan tampil pelawak kondang Yati Pesek dan Marwoto. Sedangkan lakon yang akan dibawakan adalah lakon Dewa Ruci dan Hingo Suci.

Ki Manteb Sudharsono saat ditemui mengatakan pagelaran wayang itu dilakukan dengan tujuan menghibur masyarakat Jawa di Bengkulu. Dia menilai, masyarakat saat ini haus akan hiburan yang bermutu dan sarat akan pesan-pesan moral.

Selama ini masyarakat kita hanya disuguhi dengan hiburan-hiburan televisi. Kadang-kadang kurang mendidik dan justru memprovokasi masyarakat, ujarnya.

Karena itu sebagai dalang, dia berkeinginan terus memberikan pesan-pesan moral masyarakat melaui cerita pewayangan yang akan disuguhkan.

Hal itu, supaya masyarakat Jawa di perantauan lebih percaya diri, rukun dan hidup tentram berdampingan dengan masyarakat lainnya.

Kita berharap, rasa cinta kasih dan rasa kebangsaan itu terus melekat dalam jiwa masyarakat kita, jelasnya.

Dewa Ruci dan Hingo Suci
Kisah ini menceritakan sebuah pencarian jari diri oleh Dewa Ruci dan Hingo Suci.

Sehingga dia dapat memaknai sebuah kehidupan. Dia terus menuntut ilmunya. Kemudian dia menjadi pandhito (Guru) yang kemudian mewariskan ilmu kepada murid-muridnya. Cerita yang akan ditampilkan nati malam, akan memberikan pelajaran kepada semua umat, mulai dari Presiden hingga Ketua RT.

Ki Manteb yakin jika semua bangsa Indonesia, dari kalangan pemimpin hingga rakyat jelata dapat mengambil hikmah dari cerita Dewa Ruci dan Hingo Suci, maka kisruh, korupsi dan saling membenci antara sesama tidak akan terjadi.

Cerita itu menuntuk kita agar tahu diri. Siapa kita sebenarnya dan apa yang bisa kita lakukan. Jangan lulusan SD lalu mau jadi DPR. Bisa rusak negara ini, katanya.

Dikatakannya, saat ini masyarakat perlu meningkatkan rasa nasionalisme, kebijaksanaan dan cinta kasih. Dengan kebangsaan persatuan dan kesatuan akan terus terjaga.

Tanpa kebangsaan, cepat atau lambat negara ini akan morat marit. Karena tidak berpedoman lagi kepada Pancasila sebagai lambang negara, ujarnya.
Kemudian dengan hilangnya kebijaksanaan, masyarakat akan semakin bringas.

Kurangnya rasa bijak dalam memandang sebuah permasalahan. Sedikit-sedikit demo. Apakah bisa, masalah itu selesai karena demo. Tentu butuh waktu dan solusi bersama dalam menyelesaikan permasalah, ucapnya.

Selain itu, dalam kondisi saat ini rasa cinta kasih dimasyarakat hampir tenggelam. Rasa tolong menolong hampir sudah tidak ada lagi. Saling menjegal terhadap orang lain.

Terutama terjadi para politisi-poitisi atau para pemimpin yang harus jadi panutan. Tolong menolong itu sudah tidak ada lagi. Justru rakyat kecilah yang masih memiliki rasa itu. Seperti kasus Prita Mulyasari, jelasnya.

Banyak makna yang bisa dipetik dalam cerita pewayangan yang akan ditampilkan Ki Manteb Sudharsono malam ini di Lapangan Padang Jaya BU.

Sebab, dalam setiap penampilannya, dalang kondang itu terkenal dengan kritik dan saran yang pedas dan tajam terhadap kehidupan masyarakat dan perilaku pemimpin. Kalau saya ndalang pasti saya kritik prilaku-prilaku tidak pas itu, katanya. (100)

 

 

Co-Management

PANGLIMA arts management

c.p HONGGGO UTOMO

Hunting: +62 821 4131 9468
+62 85 7080 70 777
Office :  +62 351 438720

E-mail :
honggo.othernight@gmail.com
pang5arts@yahoo.co.id

 

Banner

Agenda

There are no events at this time

Testimonial

nina wahyu
Date: May 14, 2010


SELAMAT, SEMOGA SUKSES SELALU..
Banner
Banner