Home | Profile | News | Articles | Nyantrik | Agenda | Testimonial | Gallery | MP3 | Naskah | Guestbook | Contact | Sanggar Bima
Babad Wonomarta, Lakon Ki Manteb di JW Marriott PDF Print E-mail
Monday, 10 May 2010 00:00
There are no translations available.

Jakarta, beritabaru.com – Babad Wonomarta menggema di Hotel JW Marriott, Jakarta, dalam sebuah pertunjukan wayang kulit. Dalang kondang Ki H Manteb Soedarsono, yang berjuluk ‘Dalang Setan’, sukses membawakannya, dengan terjemahan oleh warga negara Amerika yang mencintai kebudayaan wayang, Kathryn Emerson.

Yayasan Lontar dan Putrowijoyo Parwo, bekerja sama dengan Center for Development Studies (CIDES) serta Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) DKI Jakarta, sukses dengan proyek kebudayaan itu. Pertunjukan akhir Oktober lalu, itu merupakan wayang kulit The Bima Series, dalam lakon Babad Wonomarta.

Rohmad Hadiwijoyo, pendiri Paguyuban Putro Wijoyo Parwo, sekaligus Ketua Dewan Pengurus Yayasan Lontar mengatakan, wayang kulit merupakan kekayaan budaya Jawa yang harus dijaga dan terus dilestarikan. “Jangan sampai budaya kita, seperti wayang kulit dicuri dan dipatenkan, menjadi milik negara lain.”

Menurut Rohmad, rangkaian pagelaran The Bima Series, salah satu cara para pecinta wayang agar wayang kulit dapat lebih diterima dan dipahami generasi muda dan masyarakat perkotaan pada umumnya.

Seri pertama berlakon Bima Bungkus, telah gelar di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, 24 April 2009, dengan dalang Ki H Anom Suroto. Seri kedua, dengan cerita Bale Segolo-Golo, di Cilandak Town Square, 30 Juli 2009, dengan dalang Ki Joko Edan.

Rohmad yang juga Direktur Utama PT Resources Jaya Teknik Management Indonesia (RMI Group) – sebuah grup perusahaan yang bergerak di sektor energi dan pertambangan - banyak hal menarik yang  bisa dipetik dari cerita-cerita wayang. Direktur Eksekutif CIDES ini menyebutkan, setiap tokoh menggambarkan suatu karakter dalam kehidupan manusia, dengan rangkaian cerita penuh falsafah hidup dan nilai-nilai luhur yang bisa menjadi penuntun hidup.

Pada acara di JW Marriott itu, pargelaran diselingi pemberian apresiasi, berupa Asuransi Kesehatan kepada beberapa dalang dan seniman di Indonesia. Penghargaan ini, kata Rohmad, diberikan sebagai salah satu bentuk penghormatan atas jasa-jasa dalang yang sudah meluangkan waktu dan tenaganya dalam upaya melestarikan kebudayaan Jawa.

Ketua Yayasan Lontar John H McGlynn menyatakan, pagelaran wayang kulit ini juga bertujuan menggalang dana dalam rangka memproduksi paket buku pendidikan dan ensiklopedia wayang dan kebudayaan Indonesia. Paket buku itu terdiri dari lima bahasa, Perancis, Inggris, Jerman dan Indonesia.

“Buku ini akan digunakan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dan seluruh dunia,” ujar John. (*).

 

Co-Management

PANGLIMA arts management

c.p HONGGGO UTOMO

Hunting: +62 821 4131 9468
+62 85 7080 70 777
Office :  +62 351 438720

E-mail :
honggo.othernight@gmail.com
pang5arts@yahoo.co.id

 

Banner

Testimonial

nina wahyu
Date: May 14, 2010


SELAMAT, SEMOGA SUKSES SELALU..
Banner
Banner