Depan | Profil | Berita | Artikel | Nyantrik | Agenda | Testimoni | Galeri Foto | MP3 | Naskah | Buku Tamu | Kontak | Sanggar Bima
Dalang Ki Manteb Soedharsono
Ki Manteb Ingin Wayang Dihargai seperti Kabuki PDF Cetak Surel
Selasa, 22 Juni 2010 16:23

SOLO--MI: Dalang kondang Ki Manteb Soedharsono sangat menginginkan wayang kulit di Indonesia bisa menjadi seperti kesenian Jepang, Kabuki yang mampu mandiri dan kokoh serta mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Keinginan tersebut diutarakannya dalam jumpa pers yang secara khusus diadakan sepulangnya ia dari Jepang, di Solo, Rabu (2/6). "Di Jepang, seniman Kabuki mendapatkan jaminan hidup dari Pemerintah sebesar Rp100 juta per tahun," katanya.

Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan Indonesia. Kendati demikian, Ki Manteb meminta kepada dalang muda untuk tidak merengek-rengek kepada pemerintah. "Dalang harus mampu mandiri, bagaimana caranya mari kita bicarakan bersama. Termasuk bagaimana supaya kecintaan terhadap kesenian wayang ini kembali menggelora dikalangan generasi muda," katanya.

Selengkapnya...
 
KI MANTEB DUKUNG GERAKAN BUDAYA “ WATAK” PDF Cetak Surel
Kamis, 01 Juli 2010 11:49

Tanggal 5 juli launching..KOMUNITAS WATAK (Wayang Tradisi Kreatif) TANGGUL BUDAYA.

 

ACARA :


A.- 13.00 WIB- Workshop Wayang untuk Warga Kampung dan anak2 bersama Sdr Sigit Setiyawan,

B- 15.00 Wib-Pentas wayang kulit dengan dalang Cilik : Amar Pradhopo ZB (putra Warsena Slank) kolaborasi Kerawitan Desa

Mancasan

C- 19.30 Wib-Diskusi Wayang bersama : Ki Manteb Sudarsono dan Ki Slamet Gundono.

D- 20.30 Wib-Pentas WAyang kulit Kidalang Hartono Bagong dari Desa Mancasan di iringi Group kerawitan Mekar Dari Mancasan.


SeKLumit Tentang Komunitas WATAK

Komunitas WATAK (Wayang Tradisi Kreatif) merupakan komunitas para pemerhati kesenian Wayang, khususnya Wayang Kulit. Komunitas ini tidak hanya berasal dari kalangan seniman pedhalangan saja, melainkan juga dari kalangan lintas seni lainnya, seperti dari kalangan seniman teater, seni rupa, musik dan sebagainya. Juga tidak menutup kemungkinan dari kalangan lintas di luar kesenian, seperti pengusaha, cendikiawan, dan sebagainya.
Latar belakang dibentuknya Komunitas WATAK adalah bertolak dari ralitas minimnya perhatian terhadap kesenian Wayang, baik dari pemerintah maupun masyarakat pada umumnya. Padahal di dalam kesenian Wayang terkandung karya seni yang tinggi, bahkan Wayang merupakan puncak karya kebudayaan Indonesia, dan dunia mengakui sebagai karya warisan dunia yang harus dilestarikan.
Tapi lebih sederhana lagi, sebenarnya istilah Wayang Tradisi kreatif dimunculkan awal oleh Goenawan Muhammad..KEMUDIAN bertolak dari gagasan Slamet Gundono yang menginginkan adanya komunitas yang melakukan kegiatan rutin dalam bentuk seni pertunjukan Wayang Kulit maka dibentuk Komunitas Watak (Wayang tradisi kreatif). Dipertegas lagi dengan pernyataan Ki Manteb Soedharsono, bahwa seniman pedhalangan khususnya, tidak pernah memperhatikan benar-benar perihal komunitas, sehingga Wayang semakin hari semakin terasa kehilangan komunitasnya. Gagasan dan pernyataan tersebut akhirnya berkembang menjadi bagaimana kreatifitas tidak berkembang pada wilayah estetis semata, melainkan berkembang ke wilayah sosial juga. Maka muncul istilah wayang tradisi kreatif dijadikan nama Komunitas disingkat Komunitas WATAK.

Selengkapnya...
 
Ki Manteb Dalam Ajang Nikkei Asia Prize Award 2010 PDF Cetak Surel
Kamis, 13 May 2010 16:51

Kabar10.com, Menurutnya, jika hanya pidato mengisahkan perjalanan kesenimanannya berdurasi 10 menit, dinilai tidak akan mampu memberi gambaran jelas bila tanpa bukti visual kemampuan yang dimiliki. Ki Manteb Soedharsono mengajukan usul agar diizinkan pentas demo sabet dalam pakeliran padat wayang kulit, untuk melengkapi pidatonya pada upacara penyerahan penghargaan Nikkei Asia Prize Award 2010  di Tokyo, Jepang, 15 Mei mendatang.
”Ya percuma saja kalau hanya ada waktu 10 menit, tetapi saya harus menjelaskan proses perjalanan kesenimanan saya. Kan lebih baik juga melihat kiprah saya saat mendalang. Demo sabet paling hanya tambah 15 menit,” jelas calon penerima penghargaan sebagai seniman otodidak profesional se-Asia itu, kemarin.

Selengkapnya...
 

Co-Management

PANGLIMA arts management

c.p Honggo Utomo
Telpon  :  +62 351 438 720
Hunting: +62 821 4131 9468
+62 81 931 655 168 / +62 85 7080 70 777

E-mail: pang5arts@yahoo.co.id
honggo.othernight@gmail.com

 

Banner

Agenda

There are no events at this time

Testimonial

nina wahyu
Date: May 14, 2010


SELAMAT, SEMOGA SUKSES SELALU..
Banner
Banner